
Tembok Kidul, (09/10) – Dakwah di lingkungan Muhammadiyah semakin menggembirakan dengan mengedepankan dakwah yang mencerdaskan, tidak hanya dari aspek intelektual, namun juga dari aspek sosial. Dakwah zakat menjadi salah satu upaya untuk menciptakan kesadaran umat dalam berbagi melalui instrumen yang terukur dan tepat sasaran.
Pengajian Rutin yang diselenggarakan majelis Tabligh PCM (Pimpinan Cabang Muhammadiyah) Adiwerna Rabu, 09 Oktober 2024 tersebut diisi oleh Dr. H. Ibnu Soleh, M.A, M.Pi beliau adalah Majelis Tabligh PWM (Pimpinan Wilayah Muhammadiyah) Jawa Tengah, acara tersebut berlangsung di gedung MDTA/TPQ Muhammadiyah Tembok kidul, Adiwerna
Lembaga Zakat Infaq dan Shadaqah Muhammadiyah (Lazismu) terus memperkuat komitmennya dengan membentuk tempat-tempat zakat yang tersebar di berbagai wilayah, termasuk di Kecamatan Adiwerna, Tegal. Lazismu menegaskan bahwa zakat harus dikelola melalui lembaga resmi, sehingga penyalurannya lebih terukur dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan ketentuan agama.
Zakat yang dikumpulkan Lazismu disalurkan kepada 8 asnaf yang berhak menerima, sesuai dengan yang diatur dalam ajaran Islam. “Umat Islam harus sadar akan pentingnya zakat sebagai kewajiban yang harus ditunaikan,” ujar Ibnu Soleh dalam acara tersebut. Setiap elemen yang ada di Muhammadiyah pun didorong untuk lebih terkontrol dan terarah dalam mendukung program-program zakat yang dikelola Lazismu, “kita harus kompak agar dakwah ini bisa berjalan” tambahnya.
Dengan pengelolaan yang profesional dan berbasis pada nilai-nilai Islam, Lazismu dinobatkan sebagai lembaga zakat terbaik se-Indonesia. Dakwah zakat dianggap sebagai nikmat Allah yang besar, serta menjadi bagian dari kehidupan islami dan solusi bagi kehidupan yang lebih baik. Zakat juga menjadi penghalang dari keburukan dan penolong dalam menghadapi kesulitan.
Lazismu terus melakukan upaya yang terarah dan terukur dalam mengelola dana zakat, memastikan manfaatnya dirasakan oleh mereka yang membutuhkan dengan tidak pandang bulu asalkan sesuai kriteria dalam 8 asnaf tersebut. Dakwah zakat ini menjadi sarana bagi umat Islam untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah, sekaligus menjadi wujud kepedulian sosial dalam masyarakat.
Dengan adanya kajian tentang Zakat tersebut PCM Adiwerna berharap semua bisa kompak seperti yang dikatakan pembicara tersebut dan mendukung upaya Lazismu sebagai bagian dari gerakan sosial Muhammadiyah yang lebih luas. (tsa)
